CLOSING-DOWN

Heyya fellas.

It appeared that the name korcaholic is claimed by someone consider himself as a part of the name. I would not deny it. It is. The name has a very long story. A story, a history. I don’t want to start new and more complicated conflicts. I’ve had enough for now. So I decide to move out of this korcaholic roof to my new home 😀

www.wortelpinkbernyanyi.wordpress.com

This will be my last post in this blog. I’m gonna miss writing in this blog very much. Nevertheless, I have built myself a new home, attached to me, only me. I will make that new home even more comfier than this one. The same goes to my twitter account. It has been changed from korcaholic to wortelpink.

Goodbye KORCAHOLIC.

Welcome WORTEL-PINK-BERNYANYI 😀 😀

Advertisements

Dealova

Aku ingin menjadi mimpi indah
Dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu
Yang mungkin bisa kau rindu

Karena langkah merapuh
Tanpa dirimu
Oh… Karena hati tlah letih

Aku ingin menjadi sesuatu
Yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa aku
Selalu memujamu

Tanpamu sepinya waktu
Merantai hati
Oh… Bayangmu seakan-akan

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada

Oh…

Hanya dirimu
Yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu
Aku merasa hilang… dan sepi
Dan sepi…

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
Memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada

Selalu ada…
Kau selalu ada…
Selalu ada…
Kau selalu ada…

Sya… na na na…



Inside Us All (by Creed)

When I’m all alone
And no one else is there
Waiting by the phone
To remind me
I’m still here
When shadows paint the scenes
Where spotlights used to fall
And I’m left wondering
Is it really worth it all?

There’s a peace inside us all
Let it be your friend
It will help you carry on In the end
There’s a peace inside us all

Life can hold you down
When you’re not looking up
Can’t you hear the sounds?
Hearts beating out loud
Although the names change
Inside we’re all the same
Why can’t we tear down these walls?
To show the scars we’re covering

There’s a peace inside us all
Let it be your friend
It will help you carry on In the end
There’s a peace inside us all

There’s a peace
Oh there’s a peace inside us all
Let it be… Oh, I said let it be, let it be your friend
There’s a peace inside us all
Let it be your friend
It will help you carry on In the End
There’s a peace inside us all
There’s a peace, inside us all, Inside us all
Let it be, Let it be, Let it be,
Let it be, Let it be, Let it be,
Let it be, Let it be your friend.

Finding Your Own Happiness

Heyya. Few days ago, nyokap bilang kalo beliau mau pergi ke rumah sakit depan rumah. Waktu itu gw bertanya-tanya, ngapain nyokap gaol ke RS? Perasaan nyokap gak cerita kalo ada kenalannya yang lagi dirawat deh. Setelah gw tanya, gw menerima jawaban yang cukup bikin gw melongo. Ternyata nyokap dan beberapa temen pengajiannya sekarang jadi seksi rohani di RS itu. Kerjaannya menghibur orang-orang yang lagi dirawat, menyediakan diri untuk berbagi. Karena katanya abukan cuma obat dokter aja yang bisa nyembuhin orang sakit. Tapi juga harus ada dorongan dari dalam diri si pasien untuk sembuh. They need positive energy. Gw tanya lagi, ngapain juga rajin-rajian amat menghibur orang? Kata nyokap, it gives her happiness. Sebuah rasa damai yang nggak bisa dibeli. Berbagi harapan, berbagi kebahagiaan, adalah sesuatu yang nggak bisa dinilai dengan uang. Suddenly I thought, WOW. Keren.

Gw udah lama berpikir bahwa memang kebahagiaan itu nggak bisa dibeli dengan uang. Tapi pertanyaan besarnya adalah, dimanakah Anda menemukan kebahagiaan itu? 😀 Bahkan gw sendiri susah menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Gw tau apa aja yang bikin gw senang dan sangat menikmati hidup. Melakukan hal-hal gila secara spontan, mencoba hal-ghal baru, dan menjadi -ehm- berbeda. Tapi apa melakukan hal-hal itu membawa kedamaian buat gw? Hmm…nggak juga. Gw memang jadi semangat menjalani hidup, tapi bukan itu yang gw cari.

Satu hal yang pasti atas pemikiran selama beberapa hari ini, gw jadi tau bahwa gw HARUS menemukan hal yang membawa kedamaian buat gw. Bikin gw bahagia dan nggak protes atas ketidaksempurnaan hidup. This is my big personal project then. Exploring myself: BEGIN.

And uhm, I suggest you to do the same. Go find your own happiness! One thing to remember, setiap orang berbeda. Jadi nggak masalah kalau the way you find peace and happiness is different with other’s.

Hepi hepi exploring yourself! 😀

Setahun berlalu

Tadi jam 12.05 WIB, alarm hape nyokap bunyi. Gw sama nyokap kebetulan sedang dalam perjalanan ke bengkel. Hm, ternyata tepat setahun yang lalu di jam yang sama, Opa gw pergi. Hmmm… Jadi inget… Akh…memories just come and go. Masih tetap menyimpan doa di setiap solat untuk beliau.

Take me-you-him-her OUT

Oh fellas….ada fenomena mencengangkan lagi di dunia pertelevisian Indonesia. Nggak kok nggak, ini bukan sinetron ala Bibit-Chandra atau Antasari–Nasruddin, dan bahkan bukan Kade-Anang (?? berasa gak nyambung yang terakhir ini). Ahem, mau nangis gw nulis ini…temans…ini semua tentang…sebuah acara di Indosiar yang namanya Take Me Out, kemudian diikuti oleh acara sejenis yang namanya Take Him Out, dan mungkin lama-lama acaranya berkembang jadi Take My Dog Out. Oh uh oh, shock banget gw. Tadi siang waktu gw mau pergi, nyokap gw lagi seru-serunya nonton acara itu. Time passed, gw pulang ke rumah, makan MALEM, dan tiba-tiba menyadari bokap gw lagi nonton acara yang sama! Astagaaa…..itu acara tiap hari dari pagi sampe malem apa yak?? Perasaan tiap gw pulang kuliah (ehm, gw kuliah tiap hari), nyokap selalu duduk manis di depan tivi sambil heboh ngomentarin pesertanya.

“Eh mbak liat deh, itu ceweknya hebat banget, udah cantik, dokter, masih muda, kaya….”

“Ya ampun, kalo cowok yang ini sih pasti nggak akan ada yang matiin lampunya”

“Wah, masak tadi ceweknya harus matiin 27 lampu coba??”

“Kemaren itu ternyata pesertanya kakaknya si xxxxxx (entah siapa yang disebut), presenter acaranya sendiri!”

“Wah…kalo cewek yang kayak gitu sih nggak ada yang berani deketin ya”

“Tadi pesertanya mahasiswi kedokteran umur 20 tahun! Cantik banget!”

….dan muaasiih buaaaanyak lagiiii…….

Ya ampuuun…oh Tuhan…fenomena apalagi ini?? Plis deh ah, ini kan ceritanya acara jodoh-jodohan gitu, and it doesn’t make any sense at all, seorang mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun perlu ikut acara ginian? Oh please. Sebegitu desperate-nya cari cowok di kampusnya? Atau pengen masuk tipi aja? Dan oh-mi-God, acara ini…cheesy, keju sekali temans. Ada sesi dimana peserta ditantang lomba gombal, uhm yah whatever it is tapi gw memandang itu sangat-tidak-perlu-dan-menjijikkan-sekali. Setau gw acara ini adaptasi dari acara sejenis keluaran Fremantle di Inggris sana. Sebenernya gak ada masalah sih acara beginian, tapi mbok yaaa…nggak usah tiap hari dari pagi sampe malem gitu yaa… Indosiar udah kehabisan sinetron dubbing kali ya?

Ah tapi lagi-lagi ini kembali pada dunia yang sangat sangat sangat kapitalis (huahaha gw udah teracuni Pak Peter) Yang penting profit. Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, nggak peduli bermutu apa nggak. Selama gulanya manis, semut pada suka, hajar bleeeh! Toh yang penting slot iklan terisi penuh, pemasukan berlimpah, dan Indonesia cinta Choky Sitohang (eh atau Sihotang yak? Atau Sikutang? -whatever lah-) Again, there’s nothing we can do about it. Mutu nggak mutu yang penting duit…

Satu hal yang pasti, gw nggak percaya cinta bisa dicari di layar televisi. Duit mungkin iya, tapi tidak untuk cinta. Geli-abis-lah-pokoknya 😀 Jadi inget nasib temen sekelas gw, seorang cewek cantik bermasa depan cerah, tapi nyokapnya pusing dengan kehidupan romansa si gadis (hahah jijay banget sih), jadi si nyokap dengan pedenya setelah melantunkan tembang “Nggak laku-laku” (eh maksudnya “Cari Jodoh”-nya Wali), nyuruh si anak ikutan acara itu. Hahaha….amit-amit! Kalo dia sampe beneran ikut, gw nggak mau ngaku temennya ah! Hahaha… Ngomong-ngomong lagu mungkin seharusnya memang lagu “Nggak laku-laku” itu dijadiin theme song Take Me Out yah! Mantap gila tuh… Ahahahaa….adududuhh jangan sampe gw kena karma nih, kualat, ngata-ngatain acara mak comblang, pada akhirnya gw sendiri yang nggak laku-laku huahahahahhh… 😀 Ampun ya Gusti ampun… Hamba nggak ada maksud ngatain orang…hanya mengkritisi dunia yang gila ini Gusti…

Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
Karna cuma diriku yang tak laku-laku

This is a f***ing nasty world after all! Dunia ini gila!

Come on space shuttle…come pick me up! Save me from this planet earth! (Berharap astronot di space shuttle-nya seganteng Ben Affleck di Armageddon -ngarep ngarep ngarep :D)

Terrible prophecy

Beberapa hari yang lalu temen gw main ramal-ramalan garis tangan. Korbannya? Ya, siapa lagi kalo bukan gw. Dari tangan kanan gw dia ‘membaca’ bahwa gw adalah orang yang sangat boros. Duit sih ada terus, tapi nggak pernah bertahan lama. Okay, I admit it ;p Terus, pindah ke tangan kiri. Di situ dia meramalkan karir dan kehidupan cinta gw. Untuk karir dia bilang karir gw bakal lancar. Nah, tapi yang terakhir ini nih yang nggak enak. Cinta. Memang…katanya…kehidupan cinta gw akan tersendat dan banyak cobaan. Hahaha. Sialan. Justru itu yang paling penting buat gw. Gw gak peduli karir (sibuk mikirin karir?? Ke laut aja gih!), tapi gw peduli dengan kebahagiaan 🙂 Love life itu buat gw salah satu tolak ukur kebahagiaan. Jadi ya diramal kayak gitu…sialan ;p Yah, mungkin akhirnya doa orang yang doain gw bakal ngejomblo seumur hidup terkabul yah. Hahaha… Gembel 😀

Ah bodo amat. Yang penting sekarang gw bersama seseorang yang gw sayang. That’s it. Itu cukup untuk saat ini 🙂