CLOSING-DOWN

Heyya fellas.

It appeared that the name korcaholic is claimed by someone consider himself as a part of the name. I would not deny it. It is. The name has a very long story. A story, a history. I don’t want to start new and more complicated conflicts. I’ve had enough for now. So I decide to move out of this korcaholic roof to my new home ๐Ÿ˜€

www.wortelpinkbernyanyi.wordpress.com

This will be my last post in this blog. I’m gonna miss writing in this blog very much. Nevertheless, I have built myself a new home, attached to me, only me. I will make that new home even more comfier than this one. The same goes to my twitter account. It has been changed from korcaholic to wortelpink.

Goodbye KORCAHOLIC.

Welcome WORTEL-PINK-BERNYANYI ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Advertisements

Dell XPS 1330

Aduh entah kesamber setan gadget apa, tapi gw kok tiba-tiba ngidam banget notebook Dell XPS 1330 ini…

Plat: Notebook PC with Intel Centrino Duo Technology

Processor Type: Intel Core 2 Duo Processor

Processor Onboard: Intelยฎ Coreโ„ข 2 Duo Processor T9300 (2.50 GHz, FSB 800, Cache 6 MB

Chipset: Intel 965GM

Standard Memory: 3 GB DDR2 SDRAM PC-5300

Max. Memory: 4 GB (2 DIMMs)

Video Type: NVIDIA GeForce 8400M GS 128MB

Display Size: 13.3″ WXGA TFT

Display Max. Resolution: 1280 x 800

Display Technology: UltraSharp TFT

Audio Type: Integrated

Speakers Type: Integrated

Floppy Drive: Optional

Hard Drive Type: 320 GB Serial ATA 5400 RPM

Optical Drive Type: DVDยฑRW

Modem: Optional

Networking: Integrated

Network Speed: 10 / 100 Mbps

Wireless Network Type: Intel PRO/Wireless 4965AGN

Wireless Network Protocol: IEEE 802.11a, IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n

Wireless Bluetooth: Integrated

Keyboard Type: QWERTY 82 keys

Input Device Type: Touch Pad

Slot Provided: ExpressCard/ 54

Card Reader Provided: SD, MMC, Memory Stick / Stick PRO, xD-Picture Card

Interface Provided: 2x USB 2.0, Firewire, VGA, LAN, Audio

O/S Provided: Microsoft Windows Vista Home Premium

Battery Type: Rechargeable Lithium-ion Battery

Power Supply: External AC Adapter

Dimension (WHD): 31.8 x 3.38 x 23.8 cm

Weight: 1.99 kg

Standard Warranty: 1-year Limited Warranty by Authorized Distributor

Bundled Peripherals: Carrying Case

Promotion Availability: Bonus Eksternal USB Modem

Others: Integrated Webcam 2 MP and Palmrest with Finger Print

Ehm…sebenarnya sih dari review yang gw dapet di foorum-forum, VGA GeForce 8400 ini agak-agak riskan digunakan, karena dari seluruh produknya yang udah masuk pasar, sebanyak 55% dilaporkan mengalami kerusakan, atau terbakar saat digunakan (waduh??) tapi tetep yah…namanya juga nepsong, gw cuma berharap kalo gw jadi beli notebook (yang sebenarnya mengandalkan grafik dan ditujukkan untuk gaming experience) ini gw termasuk 45% yang nggak apa-apa gitu deh hahaha.

Anyway, gw juga kayaknya memang harus menambatkan hati pada merk Dell. Karena dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dulu gw pernah pake Dell Latitude seri D (waktu itu masih Pentium 3) dan bertahan sampai tahun ke 5 tanpa keluhan. Paling daya tahan batre aja sih yang udah ngos-ngosan. Walaupun pada akhirnya tak ada notebook yang bertahan selamanya :D, berakhir di tangan tukang komputer, gw jual tahun 2005 seharga 3,5 juta. See?? Harga jualnya masih tinggi haha.

Terus gw juga pernah pake notebook Asus A3400E yang sebenernya layarnya TFT 14 inch tapi ya Gustiiiii…kok ya segede koper gitu yaaaak… Processornya masih pake Celeron. Beratnya juga naujubile dah. Beberapa bulan setelah dibeli, batrenya mulai nggak stabil. Jadi kalau pas dinyalain pake batre, ntar layarnya suka goyang gitu. Aneh banget dah. Tapi notebook Asus ini punya kenangan yang cukup dalam dengan gw. Melalui notebook inilah gw mulai mengenal dunia movie making-editing yang sangaaaaaat menyenangkan! ๐Ÿ˜€ Akhir hayat notebook ini berada di tangan maling gembel yang mencurinya dari kosan cowo gw…

Notebook selanjutnya adalah BenQ Joybook S31. Dual Core. Notebook satu ini tak lain tak bukan gw beli karena penampilannya yang cute abissss hahaha. Warnanya putih. Tipis dan kecil. 13 inch saja sodare. Jadi berasa gaya gimana gitu kalo pas dibawa hot spot-an ๐Ÿ˜€ Sombooong…saya sombooong… ๐Ÿ˜€ Tapi ketahanan batrenya payaahhh… Belum sampe setahun gw pake, batrenya cuma bisa dipake setengah jam!! What the..??? Tapi untuk aspek lainnya sih oke-oke aja. Berakhir setelah gw memutuskan menjualnya seharga 4,5 juta rupiah untuk modal beli velg racing.

Hmm..selanjutnya dapet Acer Aspire 2930Z dari kantor. Layar 13 inch juga, warna pure black, tapi lebih tebel dan nggak se-stylish Joybook. Dual Core juga, tapi karena memory-nya udah diupgrade ke 3 GB jadi berasa cepet sih. Tapi secara keseluruhan notebook ini standar-standar aja sih. Ga berasa ada spesialnya dimana…gitu… udah gitu Acer pulak, yang notebook sejuta umat gitu. Kesimpulannya? Nggak gw bangeeet…hehehehe…

Sekarang gw lagi pake Asus EeePC yang udah pernah gw review di postingan sebelumnya. Tapi bedanya dengan notebook Asus yang pernah gw punya dulu, yang ini batrenya nggak bermasalah. Malah tahan lama banget. Bisa sampe 3 jam lebih.

Hmm…jadi tetap…setelah berkelana kesana-kemari…gw memutuskan untuk memburu produk keluaran Dell untuk notebook gw selanjutnya.. Doakan saja accomplished dalam waktu dekat yah huahahahaha…

Dell…I’m coming…Dell…

Intel Atom: Sucks

Okay, this is it. Atom sucks!

atom Sekarang memang netbook mini yang dipelopori Asus EeePC (the one I’m writing on) sedang booming banget. Hampir semua pabrikan komputer lokal dan internasional mengeluarkan serian ini sebagai produk baru mereka. Tapi sayang beribu sayang, kehandalan produk ini tidak sebesar promosinya. Jangankan untuk mengolah data di Ms. Excel atau OpenOffice yang berjumlah puluhan ribu cell, untuk sekedar browsing menggunakan beberapa browser berbeda pun prosesor ini sudah kewalahan. Jadi jangan kaget kalau Anda mengalami berkali-kali system hang ketika sedang asyik berselancar di internet. Terus terang, sejak menggunakan netbook berprosesor Atom dengan kecepatan 1,6 GHz dan memory sebesar 1 GB ini, catching up with friends via facebook, menulis blog, dan mengupload foto ke Flickr terasa menyebalkan.

Lebih dari itu semua, saya adalah seorang movie-maker amatir, yang suka mengedit video-video pribadi dengan menggunakan software movie-making paling sederhana yang satu paket dengan Windows: Windows Movie Maker. Selama ini, saya tidak pernah mengalami masalah dalam masalah movie editing sederhana, sejak tahun pertama kuliah dimana saya masih menggunakan prosesor Intel Pentium 3, kemudian beranjak ke Pentium 4, Celeron, Dual Core, dan Core2Duo. Namun justru ketika menjajal Intel Atom inilah pertama kalinya saya mengalami buanyaaaak sekali kendala. Dari mulai masalah ketika pertama kali melakukan import file sampai ketika saya berusaha menyimpan file setiap kali selesai melakukan satu import file. Hasilnya? Satu bulan sudah saya menggunakan netbook berbasis Atom ini, dan belum ada satupun video yang berhasil saya edit. Duh, nasiiib… ๐Ÿ™‚

Mungkin memang saatnya saya kembali ke notebook standar, tidak usah repot-repot bergaya dengan netbook miniย  tapi hasilnya hati nelangsa. Menyesal sudah menjual notebook lama untuk sekadar mengganti velg mobil ๐Ÿ˜ฆ

Cheers,

Unay