CLOSING-DOWN

Heyya fellas.

It appeared that the name korcaholic is claimed by someone consider himself as a part of the name. I would not deny it. It is. The name has a very long story. A story, a history. I don’t want to start new and more complicated conflicts. I’ve had enough for now. So I decide to move out of this korcaholic roof to my new home 😀

www.wortelpinkbernyanyi.wordpress.com

This will be my last post in this blog. I’m gonna miss writing in this blog very much. Nevertheless, I have built myself a new home, attached to me, only me. I will make that new home even more comfier than this one. The same goes to my twitter account. It has been changed from korcaholic to wortelpink.

Goodbye KORCAHOLIC.

Welcome WORTEL-PINK-BERNYANYI 😀 😀

Advertisements

Kalo ibu-ibu luluran

Temans.

Setiap kali gw luluran di salon, gw selalu berusaha setengah mati nahan ketawa. Selalu (bener, SELALU!) ibu-ibu di sekeliling gw yang juga lagi luluran pasti bilang sama mbak-mbaknya.

“Aduh enak banget nih kalo abis luuran. Badan terasa ringan!”

Jadi salahkah gw kalo sangat tergoda untuk menanggapi, “Emangnya dakinya berapa kilo buuuu…..?” 😀 😀 😀

-Salam Unay-

Take me-you-him-her OUT

Oh fellas….ada fenomena mencengangkan lagi di dunia pertelevisian Indonesia. Nggak kok nggak, ini bukan sinetron ala Bibit-Chandra atau Antasari–Nasruddin, dan bahkan bukan Kade-Anang (?? berasa gak nyambung yang terakhir ini). Ahem, mau nangis gw nulis ini…temans…ini semua tentang…sebuah acara di Indosiar yang namanya Take Me Out, kemudian diikuti oleh acara sejenis yang namanya Take Him Out, dan mungkin lama-lama acaranya berkembang jadi Take My Dog Out. Oh uh oh, shock banget gw. Tadi siang waktu gw mau pergi, nyokap gw lagi seru-serunya nonton acara itu. Time passed, gw pulang ke rumah, makan MALEM, dan tiba-tiba menyadari bokap gw lagi nonton acara yang sama! Astagaaa…..itu acara tiap hari dari pagi sampe malem apa yak?? Perasaan tiap gw pulang kuliah (ehm, gw kuliah tiap hari), nyokap selalu duduk manis di depan tivi sambil heboh ngomentarin pesertanya.

“Eh mbak liat deh, itu ceweknya hebat banget, udah cantik, dokter, masih muda, kaya….”

“Ya ampun, kalo cowok yang ini sih pasti nggak akan ada yang matiin lampunya”

“Wah, masak tadi ceweknya harus matiin 27 lampu coba??”

“Kemaren itu ternyata pesertanya kakaknya si xxxxxx (entah siapa yang disebut), presenter acaranya sendiri!”

“Wah…kalo cewek yang kayak gitu sih nggak ada yang berani deketin ya”

“Tadi pesertanya mahasiswi kedokteran umur 20 tahun! Cantik banget!”

….dan muaasiih buaaaanyak lagiiii…….

Ya ampuuun…oh Tuhan…fenomena apalagi ini?? Plis deh ah, ini kan ceritanya acara jodoh-jodohan gitu, and it doesn’t make any sense at all, seorang mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun perlu ikut acara ginian? Oh please. Sebegitu desperate-nya cari cowok di kampusnya? Atau pengen masuk tipi aja? Dan oh-mi-God, acara ini…cheesy, keju sekali temans. Ada sesi dimana peserta ditantang lomba gombal, uhm yah whatever it is tapi gw memandang itu sangat-tidak-perlu-dan-menjijikkan-sekali. Setau gw acara ini adaptasi dari acara sejenis keluaran Fremantle di Inggris sana. Sebenernya gak ada masalah sih acara beginian, tapi mbok yaaa…nggak usah tiap hari dari pagi sampe malem gitu yaa… Indosiar udah kehabisan sinetron dubbing kali ya?

Ah tapi lagi-lagi ini kembali pada dunia yang sangat sangat sangat kapitalis (huahaha gw udah teracuni Pak Peter) Yang penting profit. Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, nggak peduli bermutu apa nggak. Selama gulanya manis, semut pada suka, hajar bleeeh! Toh yang penting slot iklan terisi penuh, pemasukan berlimpah, dan Indonesia cinta Choky Sitohang (eh atau Sihotang yak? Atau Sikutang? -whatever lah-) Again, there’s nothing we can do about it. Mutu nggak mutu yang penting duit…

Satu hal yang pasti, gw nggak percaya cinta bisa dicari di layar televisi. Duit mungkin iya, tapi tidak untuk cinta. Geli-abis-lah-pokoknya 😀 Jadi inget nasib temen sekelas gw, seorang cewek cantik bermasa depan cerah, tapi nyokapnya pusing dengan kehidupan romansa si gadis (hahah jijay banget sih), jadi si nyokap dengan pedenya setelah melantunkan tembang “Nggak laku-laku” (eh maksudnya “Cari Jodoh”-nya Wali), nyuruh si anak ikutan acara itu. Hahaha….amit-amit! Kalo dia sampe beneran ikut, gw nggak mau ngaku temennya ah! Hahaha… Ngomong-ngomong lagu mungkin seharusnya memang lagu “Nggak laku-laku” itu dijadiin theme song Take Me Out yah! Mantap gila tuh… Ahahahaa….adududuhh jangan sampe gw kena karma nih, kualat, ngata-ngatain acara mak comblang, pada akhirnya gw sendiri yang nggak laku-laku huahahahahhh… 😀 Ampun ya Gusti ampun… Hamba nggak ada maksud ngatain orang…hanya mengkritisi dunia yang gila ini Gusti…

Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
Karna cuma diriku yang tak laku-laku

This is a f***ing nasty world after all! Dunia ini gila!

Come on space shuttle…come pick me up! Save me from this planet earth! (Berharap astronot di space shuttle-nya seganteng Ben Affleck di Armageddon -ngarep ngarep ngarep :D)

It’s soooo great living in this era

Judul apaan nih?? 😀

Haha, baiklah, another not-so-important writing dari gw.

Ceritanya gw baru upgrade sim card IM3 gw yang udah jadul banget ke versi baru yang udah support mobile banking. Sekali mencoba langsung ketagihan. Mobile banking benar-benar membuat gw yang memang udah pemalas jadi semakin malas! Cek saldo, transfer, bayar CC, bahkan isi pulsa, tinggal pencet! Hhuohohohohooooo….. 😀 Puuaaasssss…. 😀

Jadi korelasi sama judulnya apa?? Ya…maksudnya gw bersyukur sekali hidup di jaman teknologi udah maju banget kayak sekarang ini (cih ;p) Segalanya mudah. Tinggal mobil terbang aja yang kurang. Mobil yang jemput gw langsung di depan kamar, pake auto-pilot. Langsung nyuuuuuusssss! Jadi inget film Wall-E. Kayaknya suatu saat itu kejadian deh…huehehee…manusia benar-benar jadi pemalas. Buat yang belom nonton, gw saranin coba nonton deh, pasti ngerasa kesindir abis (apa cuma gw doang yak) hahaha…

Yok ah. Salam metal.

Bemo!

Ohohohoo…takjub juga gw kemaren waktu naik busway di Manggarai. Gw liat BEMO. Iya temans, BEMO! (oke baiklah, emang nggak penting banget) tapi beneran deh, selama ini gw pikir bemo udah musnah. Gw tau bajaj dan kancil banyak berkeliaran di Jakarta. Tapi BEMO getooohh…. 😀 Sebuah bemo berwarna biru bersaing dengan deretan kopaja, heheheheheeee….

bemo

*plis-deh-Nay mode: ON-

Yeah I Got My Car Back!

Setelah seminggu “dirawat”, akhirnya kemarin si Bleki pulang. Huhuhu…seneng banget gw… Nggak ada lagi asap putih mengebul setiap kali mesin dihidupkan, nggak ada lagi bunyi klitik-klitik mengkhawatirkan…dan yang jelas tarikannya sekarang berasa lebih okey. Lebih ringan (apa cuma sugesti gw aja ya karena udah dibenerin, mahal pulak haha). Jadi ya karena kondisinya yang udah memprihatinkan, bokap gw (ya, bokap, bukan gw) berinisiatif membawa Bleki ke sebuah bengkel modifikasi mesin di daerah Bintaro. Lupa gw apa namanya. Tapi yang jelas istilahnya di-TUSS (Tune Up Semi Sport). Turun setengah mesin, dicek total, dan dikerjain pake resep rahasia (mbak-mbaknya ga mau bilang diapain) supaya tarikan lebih mantap dan mobil jadi lebih irit bensin. Well yang jelas sekarang harusnya ga bikin malu yah kalo dinyalain di parkiran mall atau pas gw bawa ke kampus hahaha…secara saingannya berat cuy 😀

Converting My N73 ME to E71

Yippie finally I have this new cellphone. The BUSINESS phone. A more mature gadget 😀 Well all I’m trying to do is to convert the-little-me to the mature-and-elegant-girl-of-me hahaha (sounds pathetic, isn’t it?) Ok simply take a look on these images, and you got my point right?? 😀

Okay I’ve been using this new gadget for a week by today. And so far it performs a good deal of technology (for God’s sake, of course it is, it SHOULD be -ehm considering the price :D). Well now I don’t have to start my laptop everytime I found WiFi provided area. It’s all in my phone man! And the QWERTY keypad really improve my messaging skill :D, so I have to buy myself super-SMS package from IM3 as a result. I love texting. Speaker is okay. Music is not bad, well it”s a business phone not music phone by the way. But the camera is terrible. Should get myself accustomed to this, I think… For this side, the camera, N73 is way way better than E71, although they have the same 3,2 MP camera.fiice application is okay, it’s standard for middle-up Nokia series, I think. Data access is great. Memory is more than enough. 2GB, I can keep my favorite MP3s and yet still have enough space for other files needed. Appearance, no other word but elegant 😀 Over all, I can say I’m satisfied.

Now, about my old N73…anybody want to buy it? Haha… I have already formatted it and put some cheat code (uhm, a bit confused about this word, cheat is supposed to be used in video games, right?) so that it run faster. No problem with the late-respond processor anymore. It is in a really really good condition. Besides, I never used the original casing so it’s scratchless. I dropped it several times, yes, but never serious. I never dropped it into water, never been hit by a car, and I never throw it out of a plane 😀 It is really good. Great deal with me man! 😀

So, feeling interested with this N73 Music Edition? Just leave comment here. Price is negotiable. I open the price from IDR 1550K. Okay okay okay?? 😀