CLOSING-DOWN

Heyya fellas.

It appeared that the name korcaholic is claimed by someone consider himself as a part of the name. I would not deny it. It is. The name has a very long story. A story, a history. I don’t want to start new and more complicated conflicts. I’ve had enough for now. So I decide to move out of this korcaholic roof to my new home ๐Ÿ˜€

www.wortelpinkbernyanyi.wordpress.com

This will be my last post in this blog. I’m gonna miss writing in this blog very much. Nevertheless, I have built myself a new home, attached to me, only me. I will make that new home even more comfier than this one. The same goes to my twitter account. It has been changed from korcaholic to wortelpink.

Goodbye KORCAHOLIC.

Welcome WORTEL-PINK-BERNYANYI ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Advertisements

Happy Birthdaee!

Happy Birthdae buat siapa? Ya buat gw dong. Haha narsis ๐Ÿ˜€ Okey, narsis dan basi. Dua-belas-hari yang lalu gw ulang tahun yang ke 23. Wow. Kinda old. Berasa tuwek.

Ulang tahun yang kayaknya nggak akan pernah terlupakan dalam hidup gw. Both best and worst day of my life. Hari dimana gw hampir mati dan di hari yang sama akhirnya menemukan ketenangan yang selama ini gw cari. Hari yang “menusuk” -hahah lebay- sekaligus juga hari gw menemukan bahwa teman memang bisa membuat segalanya menjadi lebih baik. Benar-benar hari yang spesial! ๐Ÿ˜€

My friends threw a private party. Menggila dan bersenang-senang haha. It was really relieving! I mean it was already not an easy day without mentioning what I went through that morning, and with all those full day lectures… And again, yeah! In the end of the day, it turned out to be one of the most memorable moments in my life ๐Ÿ™‚ Kita cabs ke FX, nyobain sebuah cafe yang cozy berat bernama Sing. And…imagine semaleman itu entah kenapa satu cafe isinya kita doang. Bikin rusuh deh. Puaaas…hahaa… Ternyata banyak bakat dan -disaster- terpendam (it’s all about tone! as for me I’m a tone-blind :D)

sing7

Left to Right: Rolly, Margie, Bambang, Gw

Left to Right: Rolly, Margie, Bambang, Gw

Really enjoyed that nite! I love u all fellas! Thank you thank you thank you!

Let’s party agaaaaiiiinnn yeaaaahh hahaaaa….

Banyak Baca Banyak Pengen

Gw seneng banget baca buku-buku bertema adventure dan traveling. Sejak masih pup dicebokin (jaman-jaman Lima Sekawan) sampe yang baru aja tadi malem gw baca (The Naked Traveler), semuanya bikin gw mupeng jalan-jalan dan berpetualang (well, who doesn’t?? lol) Waw, enaknya bisa kayak Trinity di Naked Traveler, tokoh-tokoh di 5 cm, penulis-penulis funkeh-nya Traveler’s Tale, juga Nila Tanzil and her never ending vacation. Pueeengeeeennn…

Sejauh ini gw baru menginjakkan kaki di 3 negara Asia Tenggara. Indonesia, Malaysia, dan Singapore. Numpang lahir doang di New Zealand jelas nggak dihitung lah yaaa…secara waktu itu kaki gw belum napak. Dari ketiga negara itu, gw masih paling puas sama Indonesia. Alam Indonesia tuh yah…wuiiiihhh…unbeatable! Tapi sedihnya gw, sampe umur gw yang udah twenty-sumthing ini, gw baru pelesir ke tiga pulau di Indonesia (Sumatra, mentok sampe Padang, Jawa dari ujung ke ujung, dan Bali) Wadooohh…ga bisa dibilang memuaskan hasrat terpendam hahaha…

Gw pernah dua kali ngerasain yang namanya brethtaking scenery (pemandangan yang puuooolllll banget sampe bikin lo menahanย  napas, well, gitu lah kurang lebih) Yang pertama waktu gw ke Danau Maninjau di Bukit Tinggi, Sumatra Barat. Gw nyampe disana menjelang sunset dan langsung check in di sebuah lake side resort (punya kenalan nyokap jadi gratis hihihiii). Di belakang setiap kamar ada anjungan ke danau (jadi kayak dermaga gitu) dan dari sana kita bisa liat air danau yang jernih banget. Yang gw sebut breathtaking scenery itu waktu ada satu moment karena pengaruh matahari terbenam, semua hal di atas danau jadi membentuk siluet yang sangat…sangat…sangat…indah. Ada siluet nelayan tradisional di atasย  perahu kecilnya sambil megang jala, langit warna oranye, dan air danau berkilauan. WOW. Seketika itu rasa bete dan puyeng karena harus ngelewatin kelok 44 menuju danau hilang (disebut kelok 44 karena harus menuruni bukit dengan 44 belokan tajam). It was 2002, dan bayangan pemandangan menakjubkan itu masih terukir jelas di ingatan gw sampe sekarang. Sayang waktu itu kamera digital belum se-booming sekarang, dan gw masih mencari-cari dimana hasil cetak foto di Danau Maninjau itu gw simpan…I promise I will post it here ASAP (doain aja cepet ketemu hihi).

Kali kedua gw merasa sangat takjub dengan keindahan alam yang gw liat adalah sekitar 3 minggu yang lalu waktu gw pertama kali diving dii Nusa Dua, Bali. Memang terdengar agak norak sih yah kalo buat experienced diver, tapi buat gw, ngeliat langsung clown fishes bermain-main di sela-sela anemon di atas karang yang warna warni, dilalui ratusann ekor ikan yang umm…sebuatannya sih school of fish, gerombolan ikan, bukan di film Finding Nemo, melainkan hanya berjarak beberapa sentimeter dari muka gw, WOOOOW…gw sampe harus dikasi kode sama instruktur untuk beranjak dari tempat itu.

Tapi Trinity di The Naked Traveler menyebut breathtaking scenery-nya adalah di New Zealand, karena pemandangan kayak di film Lord of the Ring itu nyata dan benar ada. Hmm…penasaran dahsyat gw jadinya hahaha… Mungkin yang bikin pemandangannya tambah dahsyat adalah karena ada bumbu-bumbu tambahan elf ganteng macam Legolas dan ksatria seksi-abisss-sampe-bikin-gw-ngiler-dan-mimpi-ga-senonoh model Aragorn heheheee ngareeep.

Mungkin beberapa saat lagi gw akan mulai membujuk-bujuk bokap gw untuk mengirim gw kembali ke New Zealand, terserah deh mau buat apa. Kuliah kek, kerja kek, jadi TKI juga oke lah hahaha…

Home – Chris Daughtry

I’m staring out into the night,
Trying to hide the pain.
I’m going to the place where love
And feeling good don’t ever cost a thing.
And the pain you feel’s a different kind of pain.

Well I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old,
So I’m going home.
Well I’m going home.

The miles are getting longer, it seems,
The closer I get to you.
I’ve not always been the best man or friend for you.
But your love remains true.
And I don’t know why.
You always seem to give me another try.

So I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old,

Be careful what you wish for,
‘Cause you just might get it all.
You just might get it all,
And then some you don’t want.
Be careful what you wish for,
‘Cause you just might get it all.
You just might get it all, yeah.

Oh, well I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old.
I said these places and these faces are getting old,
So I’m going home.
I’m going home.

Feel like listening to the song? Download it here.

Hakuna Matata

The most inspiring words for me.

Hakuna Matata
What a wonderful phrase!
Hakuna Matata
Ain’t no passing craze
It means no worries
for the rest of your days
It’s a problem-free phylosophy
Hakuna Matata!


First Dive, First Shark, First Amazing Breath

Akhirnya gw balik ๐Ÿ˜€

First dive, karena ini adalah penyelaman pertama yang gw lakukan. First shark, karena gw pertama kali berada di air yang sama dengan hiu yang biasanya cuma bisa gw liat di layar tv atau di aquarium sea world. First amazing breath, karena untuk pertamma kalinya gw bernapas dalam air, di dunia yang completely different…

Liburan yang sangat sangat sangat menyenangkaaaaan…aaahhhhh…. Finally I got my diving license! (DIVING, not driving, lol) So I am now a scuba diver. So proud to say that hahaha. Diving di Nusa Dua, Bali, I really enjoyed my first dive ๐Ÿ˜€ Pertama kali menyelam, dan gw menemukan coral shark, ikan pari, uler laut whoaaaaa…. Benar-benar berterima kasih sama Nila and her blog, yang inspired me to dive. Now I know what I enjoy the most. Being underwater, breathing underwater, surrounded by amazing creatures…i can’t describe what I felt at the moment… It was just…amazing… I could only say “Subhanallah…” ๐Ÿ™‚

img_55211

Anyway, selama ini gw berpikir, gw menderita sinusitis, jadi gw ga boleh diving. Mata gw juga minus, jadi bakal ribet kan kalo ga bisa liat apa-apa di dasar laut?? Tapi ternyata sodare…dengan modal nekat, semua itu ada solusinya. Masalah sinusitis, all i have to do is lebih sering melakukan equalization untuk mengimbangi tekanan ke telinga, dan voila! Nggak ada gangguan! Terus masalah mata minus (gw minus 3,5), ternyata ada yang namanya prescription mask, alias mask atau kacamata selam yang lensanya pake minus. Dive centers biasanya punya perlengkapan yang cukup lengkap. Jadi ya kayak pake kacamata aja gitu dalem air. And the amazing view is waiting to be seen hehe…img_55271

Seneng banget diving sama instructor yang udah kenal banget areanya, he took me toย  see where the shark stayed! The shark was under the corals, and it glows, kereeeen…

img_5518

img_5533

Check out the video too! ๐Ÿ˜€

Pet Stories: Part 1 (Epic and Jerry)

Guys, banyak hal yang mewarnai perjalanan hidup gw sebagai seorang manusia sampe saat ini. Salah satu yang ga pernah absen memberi warna adalah keberadaan binatang-binatang peliharaan yang ga pernah mengalami masa vakum hihihi… Some animals are born to be loved, they just did. Kayak binatang-binatang yang pernah gw pelihara ๐Ÿ™‚

Okay, dulu banget, waktu gw masih TK di Bandung, gw punya satu bak mandi isi ikan! Hmm…bayangin gimana serunya anak TK ngudek-ngudek kolam ikan hahaha… Tapi memori binatang peliharaan gw baru berasa jelas sejak gw masuk SMP.

Kelas 1 SMP,ย  gw sekolah di Alaz BSD, dan waktu itu binatang yang namanya hamster lagi in banget! Bahkan temen-temen gw sering bawa hamster ke sekolah (biasa…show off ala anak eSeMPe haha). Nah, you know lah anak SMP yang masih labil dan baru memasuki masa puber (what??). Jadi transaksi ilegal pun dilakukan. Gw nitip untuk beli sepasang hamster ke sobat gw yang juga nitip beli ke kakak kelas gw yang rumahnya deket pet shop, terus ntar dikasihin di sekolah. Skema pembelian yang rumit ini ya gak lain gak bukan dikarenakan sebenarnya gw gak boleh beli hamster sama nyokap hihi… Jadi deh gw nitip. Waktu itu harganya 20 ribu seekor, jadi sepasang 40 ribu. And you know what?? Ternyata si sobat gw itu juga ga boleh beli binatang sama nyokapnya. Jadi deh pada suatu sore Tante Mamanya Nanda (ups Nan, nama lo gw sebut!! Haha…) menelepon gw dan nanya apa bener gw nitip beli hamster ke Nanda atau sebenarnya Nanda beli hamster buat dia sendiri. Untung aja waktu itu gw -masih- agak baek sama si Nanda ini, jadi gw ga memanipulasi nyokapnya buat marahin Nanda :D.

And yeah, begitu dua ekor hamster berwarna krem ini nyampe ke rumah, nyokap gw ga bisa ngomong apa-apa lagi. Lah wong hamsternya udah ada, masa mo dibuang?? ๐Ÿ˜€ Gw kasih nama Epic dan Jerry. Sebenernya setelah dipikir-pikir sampe sekarang gw ga tau yang mana Epic yang mana Jerry. Dua-duanya warna krem, ukuran sama besar, dan -sepertinya- sama2 jantan. Hoahahhaha… Masalah jenis kelamin ini baru ketauan setelah gw heran kenapa setelah lama banget gw piara, mereka ga punya anak! Terus gw iseng cari-cari di buku (waktu itu internet belom sebooming sekarang cuy ;p) And well benar sekali tanda-tanda yang gw temukan di tubuh mereka menunjukkan kalo mereka memang JANTAN. Uh oh uh… Yang bikin gw heran adalah walopun sama-sama jantan mereka mesraaaa…banget… jadi bisa gw simpulkan kalo gw pernah punya hamster homo.

Awal-awalnya, seperti layaknya ABG yang sedang anget-angetnya punya piaraan baru :D, gw sangat memperhatikan mereka berdua. Ga pernah telah ngasi makan, bersihin kandang, MENGHIAS kandang, beliin makanan yang aneh-aneh, sampe ngajak mereka main di taman. Selama sekitar satu tahunan gw masih telaten ngurusin mereka. Tapi ya itu, ada saatnya gw bosen dan kepengurusan mereka beralih ke tangan si bibik di rumah hihihi.

Seinget gw selama 3 tahunan Epic dan Jerry dipiara di rumah gw. Dari yang awalnya berbulu pendek sampe gonjes (gondrong najesss) , dari mulai ditaro di dalem rumah sampe akhirnya ditaro di deket tempat jemuran di luar.ย  Oh ya, dua hamster ini jenis hamster lokal yang mau makan segala macem dan pipisnya bau… Tapi akhir yang tragis menimpa Epic dan Jerry. Setelah gw mulai sibuk sama kegiatan gw, gw LUPA kalo gw punya piaraan. Lagian mereka kan udah diurus bibik. Sampe akhirnya setelah sekitar 6 bulanan gw inget lagi, kemana ya hamster-hamster gw?? Gw tanya ke bibik, eh dia jawab…”Kan udah mati mbak beberapa bulan yang lalu…” trus gw tanya lagi, “Emang mati kenapa???”, terus dijawab lagi, “Ga tau mbak, kayaknya emang udah tua”, gw tanya lagi, “Lah terus dikuburnya di mana?”, si bibik dengan polosnya menjawab, “Ya dibuang mbak di tempat sampah…”

Owwww…dan begitulah akhir kisah tragis Epic dan Jerry, hamster pertama gw yang mencapai umur 3,5 tahun (padahal umumnya umur hamster maksimal 3 tahun)…