Yeah I Got My Car Back!

Setelah seminggu “dirawat”, akhirnya kemarin si Bleki pulang. Huhuhu…seneng banget gw… Nggak ada lagi asap putih mengebul setiap kali mesin dihidupkan, nggak ada lagi bunyi klitik-klitik mengkhawatirkan…dan yang jelas tarikannya sekarang berasa lebih okey. Lebih ringan (apa cuma sugesti gw aja ya karena udah dibenerin, mahal pulak haha). Jadi ya karena kondisinya yang udah memprihatinkan, bokap gw (ya, bokap, bukan gw) berinisiatif membawa Bleki ke sebuah bengkel modifikasi mesin di daerah Bintaro. Lupa gw apa namanya. Tapi yang jelas istilahnya di-TUSS (Tune Up Semi Sport). Turun setengah mesin, dicek total, dan dikerjain pake resep rahasia (mbak-mbaknya ga mau bilang diapain) supaya tarikan lebih mantap dan mobil jadi lebih irit bensin. Well yang jelas sekarang harusnya ga bikin malu yah kalo dinyalain di parkiran mall atau pas gw bawa ke kampus hahaha…secara saingannya berat cuy 😀

Advertisements

Converting My N73 ME to E71

Yippie finally I have this new cellphone. The BUSINESS phone. A more mature gadget 😀 Well all I’m trying to do is to convert the-little-me to the mature-and-elegant-girl-of-me hahaha (sounds pathetic, isn’t it?) Ok simply take a look on these images, and you got my point right?? 😀

Okay I’ve been using this new gadget for a week by today. And so far it performs a good deal of technology (for God’s sake, of course it is, it SHOULD be -ehm considering the price :D). Well now I don’t have to start my laptop everytime I found WiFi provided area. It’s all in my phone man! And the QWERTY keypad really improve my messaging skill :D, so I have to buy myself super-SMS package from IM3 as a result. I love texting. Speaker is okay. Music is not bad, well it”s a business phone not music phone by the way. But the camera is terrible. Should get myself accustomed to this, I think… For this side, the camera, N73 is way way better than E71, although they have the same 3,2 MP camera.fiice application is okay, it’s standard for middle-up Nokia series, I think. Data access is great. Memory is more than enough. 2GB, I can keep my favorite MP3s and yet still have enough space for other files needed. Appearance, no other word but elegant 😀 Over all, I can say I’m satisfied.

Now, about my old N73…anybody want to buy it? Haha… I have already formatted it and put some cheat code (uhm, a bit confused about this word, cheat is supposed to be used in video games, right?) so that it run faster. No problem with the late-respond processor anymore. It is in a really really good condition. Besides, I never used the original casing so it’s scratchless. I dropped it several times, yes, but never serious. I never dropped it into water, never been hit by a car, and I never throw it out of a plane 😀 It is really good. Great deal with me man! 😀

So, feeling interested with this N73 Music Edition? Just leave comment here. Price is negotiable. I open the price from IDR 1550K. Okay okay okay?? 😀

No no, it is not!

Continuation of previous thought…

It turns out that life is not like a roller coaster afterr all, as for me, it is too unpredictable!

Hell yeah, U-N-P-R-E-D-I-C-T-A-B-L-E!

But I try to enjoy every second of this unpredictabilities 🙂 hope everything’s gonna be okay 🙂

Esia dan Underwater Telephone

Seorang teman pernah menceritakan ke gw sebuah penelitian yang mencari kaitan antara penggunaan operator telepon selular dan hubungan manusia (pacaran, maksudnya). Jadi sederhananya orang pacaran tuh pake operator apa sih. Ternyata hasil penelitiannya menunjukkan kalau prosentase tertinggi pasangan yang bertahan adalah mereka yang menggunakan XL. Gw nggak ingat angka tepatnya, tapi ya begitu. Sementara 45% pasangan yang menggunakan Esia berakhir dengan…putus. Hahaha…gokil.

Dari situ gw mulai berpikir, hmm…mungkin ada benarnya juga penelitian kayak gini. Walaupun mungkin sekilas tampak tak penting. Memang ga bisa gw pungkiri kalau menelepon pake Esia itu…capek hati 😀 Suara sama sekali nggak bisa dibilang jernih. Tingkat noise-nya tinggi banget. Kalau pada awalnya dulu gw telpon-telponan sama orang diawali dengan niat yang baik dan hati ceria, di akhir pembicaraan hati bisa jadi panas. Dari sekian panjang pembicaraan, sebagian suara yang terdengar adalah kresek kresek kresek…..

Tapi ternyata ada solusi bagi pengguna Esia. Apa coba?? Hehe… Jadi pagi ini gw menelepon seorang teman yang kebetulan bekerja di kapal selam. Pake Esia sih karena pengen ngabisin pulsa aja, sayang kalau masa aktif sudah habis tapi pulsa masih banyak (haha najong gak mau rugi banget). Kalau ga terpaksa mau ngabisin pulsa sih udah pasti gw pake IM3 andalan yang sekarang tarifnya mantapppp 😀 Nah, balik lagi ke topik awal, setelah sekitar sepuluh menit frustasi karena omongan kita berdua nggak nyambung…ehm kira-kira seperti ini:

TG (teman gw) : “Iya…kresek kresek…pagi…kresek…merdeka…pake jalur…kresek…aku…”

G (gw) : “…………….”

TG : “Kok kamu kresek kresek…bobo…kresek…”

Begitu terus selama sepuluh menit….

G : “Mas…gak kedengeran ngomong apa!!”

TG : ….gubrak….

Nah, daripada ngabisin tenaga untuk berusaha menyimak kata-kata lawan bicara (yang hasilnya hampir nihil) akhirnya temen gw itu bilang (yah, kurang lebih lah) “Sial, gak di dalem laut gak di darat sama aja, ngomong harus kayak pake underwater telephone”. Buahahahahhaha….gokil! Bener juga yah, secara noise-nya tinggi dan suara berasa numpuk-numpuk gak jelas. Jadi akhirnya temen gw itu ngajarin gw cara berbicara via underwater telephone, which is sounds really silly, tapi efektif bo haha.

Jadi caranya adalah berbicara per kata pelan-pelan dan artikulasinya harus jelas, jangan sampe kita ngomong kecepetan dan suaranya jadi numpuk. Jadi bayangkan saja orang pacaran, kira-kira percakapannya akan seperti ini,

Cewe : “SELAMAT – PAGI – SAYANG”

Cowo : “PAGI – JUGA – CINTA – KAMU – BARU BANGUN – YA – AKU – KANGEN – KAMU”

Cewe : “HARI – INI – KAMU – MAU – NGAPAIN – SAYANG – AKU – PENGEN – KETEMU – KAMU – KAMU – KE – SINI – DONG”

Begitu seterusnya dan mungkin pada akhirnya salah satu dari mereka akan menjawab, “SIAP, KOMANDAN!!” Hahahahahaha……..

Fyuuh…intermezzo saja pagi-pagi, semoga hari kalian menyenangkan! 😀

Antara AKU dan GW

Pernah notice gak, gw terkadang pake kata “AKU” untuk kata ganti orang pertama, dan terkadang “GW”. Well, in case you feel a bit confused about that, I’ll make this clear. Gw hanya menggunakan “AKU” untuk posting-posting berbau thoughts, atau pemikiran, yang sifatnya serius. Jadi ketika gw mulai menggunakan “AKU”, it means I’m serious man!! 😀 Sementara “GW” untuk postingan-postingan santai yang ga perlu terlalu dipikirkan. Oke, gitu aja. Sekarang gw nulis pake “GW” yang berarti ini postingan gak penting-jangan sampe bikin lo bunuh diri memikirkannya hahaha…